Lebih Jauh Mengenai Sahaja Yoga dan Pencerahan-Diri

“Sangatlah penting bagi tiap orang untuk mendapatkan pengetahuan mengenai ‘akar’ dalam diri kita. Sahaja Yoga membuat seseorang untuk menjadi Pembimbing Spiritual bagi dirinya sendiri.”

— Shri Mataji Nirmala Devi

Sahaja artinya “dengan spontan” atau “secara lahiriah”, sedangkan Yoga mempunyai arti “bersatu dengan Ilahi atau Yang Maha Kuasa”. Di berbagai sumber, pencerahan-diri atau self-realization seringkali juga dikenal dengan sebutan “Yoga”(India), “Satori” (Jepang), “Manunggaling Kawula Gusti” (Jawa), dan lain sebagainya. Setelah kita mendapatkan pencerahan-diri atau self-realization melalui Sahaja Yoga, kita akan mulai merasakan “angin sejuk” keluar melalui bagian atas kepala dan/atau kedua telapak tangan. “Angin sejuk” ini sering juga dinamakan sebagai “angin ruh” di berbagai buku keagamaan/spiritualitas.

Seseorang yang telah memperoleh pencerahan-diri atau self-realization akan memperoleh “hubungan” secara langsung dengan Yang Kuasa. Melalui hubungan ini, seseorang dapat meningkatkan kualitas hidup baik secara spiritualitas, mental, maupun fisik, tidak hanya diri-sendiri, tapi juga sekitarnya.

Sahaja yoga dapat dikatakan sebagai salah satu terobosan dalam evolusi kesadaran manusia. Shri Mataji Nirmala Devi telah menyebarkan Sahaja Yoga ke berbagai negara di seluruh dunia sejak 1970.

“Pencerahan-diri” atau “Self-Realization” dan Kundalini

Dalam sahaja yoga, “pencerahan diri” atau “self-realization” adalah proses pembangkitan kundalini, yaitu energi “kundalini” yang tersimpan di “sacred bone” (tulang berbentuk segitiga di ujung tulang belakang tepat diatas tulang ekor) dibangkitkan, dan dinaikkan sampai ke atas kepala. Berbeda dengan yoga-yoga lain dimana “pencerahan-diri” atau “self-realization” adalah menjadi tujuan, di sahaja yoga kita dimulai dengan mendapatkan “pencerahan-diri” atau “self-realization” dulu.

Dalam proses “self-realization” atau “pencerahan-diri” di sahaja yoga, energi kundalini dibangkitkan dengan spontan (sahaja) tanpa teknik-teknik khusus ataupun postur tertentu.

Gambar proses pembangkitan kundalini

Shri Mataji Nirmala Devi, pendiri dari gerakan sahaja yoga, berkata sebagai berikut, “Pencerahan diri (self-realization) adalah pertemuan pertama dengan Kenyataan.”

Setelah tahap pencerahan-diri atau pembangkitan kundalini, seseorang dapat merasakan vibrasi melalui sistem saraf pusat (central nervous system). Melalui vibrasi ini kita dapat mendiagnosa keadaan saluran-saluran energi dan sentral-sentral energi dari sistem saraf automatik (autonomic nervous system) lewat sensasi di jari-jari kita dan bagian tubuh yang lain.

“Kebersatuan global dari seluruh umat manusia dapat dicapai melalui pembangkitan ini yang dapat terjadi di dalam tiap manusia, sehingga suatu transformasi terjadi dalam diri kita. Dengan proses ini, seseorang menjadi bermoral, utuh, mempunyai integritas, dan seimbang. Seseorang akan mendapatkan pengalaman sesungguhnya (aktual) untuk merasakan energi Yang Maha Kuasa sebagai angin sejuk. “Kenalilah dirimu!” adalah tema utama dari seluruh ajaran kitab suci – ini akan terbukti dan seseorang mencapai pengertian absolut mengenai diri sendiri.”

Setelah kundalini kita dibangkitkan dan mendapatkan “pencerahan-diri”, kita bisa meningkatkan kualitas “pencerahan-diri” kita melalui meditasi dan teknik-teknik di sahaja yoga.

Catatan khusus mengenai pembangkitan kundalini di Sahaja Yoga:

Di masa dahulu, orang harus bermeditasi berpuluh-puluh tahun dan melalui latihan-latihan yang keras, untuk mendapatkan pembangkitan kundalini dan mencapai pencerahan-diri. Tapi, sekarang, berkat teknik yang dikembangkan oleh Shri Mataji Nirmala Devi, pencerahan-diri dapat dicapai dengan cara yang jauh lebih mudah. Hanya saja, pada masa dahulu, setelah berlatih sekian puluh tahun untuk membersihkan sentral-sentral energi, pencerahan-diri yang didapat termanifestasikan seluruhnya, sehingga pencerahan-diri bisa dikatakan sebagai tujuan akhir. Sedangkan di Sahaja Yoga, pencerahan-diri adalah langkah awal. Setelah pencerahan-diri, kita akan memperoleh kemampuan untuk mendeteksi sentral-sentral energi mana yang masih perlu dimurnikan. Dengan menggunakan teknik-teknik dalam Sahaja Yoga, sedikit demi sedikit sentral-sentral energi akan termurnikan dan pencerahan-diri akan termanifestasikan seluruhnya dalam kehidupan kita.

Pencerahan Diri menghubungkan kita dengan Pengetahuan mengenai Asal/akar/hakikat

Pencerahan diri diri kita akan memulai perjalanan kita di suatu dimensi baru dimana kita dapat merasakan “diri” kita dalam arti sesungguhnya. Begitu kundalini bangkit, “sistem saraf tengah” (central nervous system) kita akan terhubung ke energi Yang Maha Kuasa, dan kita akan dapat merasakan sentral-sentral energi “diri” kita melalui sensasi di tangan, jari, ataupun bagian tubuh yang lain. Energi-energi sentral ini adalah manifestasi dari seluruh aspek kehidupan kita, baik segi fisik, mental, maupun spiritual. Sensasi ini adalah refleksi dari kenyataan (kebenaran) mutlak dan tidak dapat dimanipulasi, seperti halnya tubuh kita tidak mungkin memanipulasi kenyataan bahwa api adalah panas dan es adalah dingin.

Dengan demikian, melalui proses pencerahan diri spontan (self-realization), kita dapat mengerti dalam arti sesungguhnya seluruh aspek2 kehidupan kita, baik fisik mental maupun spiritual. Melalui meditasi dan teknik-teknik Sahaja Yoga, kita dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas dari sentral-sentral energi kita. Seiring dengan peningkatan kualitas sentral-sentral energi tersebut, seluruh aspek2 kehidupan kita baik fisik, mental, maupun spiritual pun dapat mengalami peningkatan dengan sendirinya. Kemudian, pada akhirnya, kita akan dapat lebih terhubung dengan Yang Maha Kuasa dan dapat melihat dan mengenal “diri” kita yang sebenarnya.