Cakra Muladhara


mooladharapositionbody_blank

Cakra ini terletak di bawah Muladhara (yang merupakan persemayaman Kundalini) sedikit keluar dari sumbu tulang belakang. Cakra ini menjaga kundalini di Muladhara yang berada di tulang segitiga yang disebut sacrum. Cakra ini berada di tubuh halus.

Cakra ini mempunyai empat daun bunga dan mewakili unsur bumi. Dalam tubuh fisik diwakili dengan anyaman syaraf pinggul (pelvic plexus). Tanda pengenal di permukaan pada tubuh manusia adalah antara alat kelamin dan lubang dubur.

Cakra Muladhara mengatur kelenjar prostat, rahim, organ kelamin, organ ekskresi (pengeluaran), dan indra penciuman.

Cakra Muladhara adalah cakra yang paling peka dan paling kuat. Di dalam Sahaja Yoga, sifat dan kualitas dari cakra Muladhara disimbolkan dengan Shri Ganesha. Shri Ganesha dikenal terutama sebagai lambang sebagai lambang kesucian (dlm. bahasa Inggris: innocence) dan kemurnian, dan juga sebagai lambang sumber kebijakan sejati, dan ilmu pengetahuan.

Kesucian dan kemurnian sangat kualitas yang sangat penting bagi pertumbuhan cakra ini. Kesucian dan kemurnian yang dimaksudkan disini adalah kesucian dan kemurnian yang sangat jelas terlihat di anak-anak kecil dan bayi-bayi. Kesucian dan kemurnian melambangkan kekuatan untuk beraksi tanpa motif tertentu demi keuntungan pribadi.

Perzinahan, pornografi, praktek Tantrik, perhatian yang berlebihan terhadap seks, akan mengotori cakra ini dan melempar kita ke dalam keadaan tidak seimbang dan memori serta kebijakan kita mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Ketika keadaan cakra ini terganggu, kita akan kehilangan rasa tentang arahan yang benar, dan juga bisa menyebabkan timbulnya gangguan mental.

Tetapi perlu diingat bahwa, meski kesucian dan kemurnian boleh terganggu, kesucian dan kemurnian adalah kualitas dasar manusia yang tidak akan pernah bisa dihancurkan. Jika mempunyai tekad yang kuat, segala gangguan terhadap cakra muladhara bisa disembuhkan lewat proses pencerahan-diri / pembangkitan kundalini di Sahaja Yoga.


Catatan Khusus untuk cakra Muladhara

Dalam buku suci kuno berbahasa Sanskrit, dikatakan bahwa “Shat Chakra Behedan” yang berarti “Enam cakra yang ditembus” oleh kundalini dan bukan tujuh seperti yang dikatakan dalam cara pemujaan Tantrik. Cara pemujaan Tantrik mendukung bahwa kundalini berada di cakra Muladhara dan memelihara kegiatan seks. Menurut Shri Mataji Nirmala Devi, ini adalah keliru dan disebabkan oleh sesuatu kesalah pahaman. Kesalahan uraian kundalini dalam literatur Tantrik melahirkan kesalahan terbesar dalam sejarah spiritualitas manusia, yakni pemanfaatan energi seksual untuk mencapai “pencerahan” (yoga) dalam teknik Tantrik. Teknik Tantrik ini telah menimbulkan sejumlah kesalahan pada kemanusiaan dengan mencemoohkan kode normal moralitas yang berlawanan dengan tradisi dan moralitas manusia normal.

Shri Mataji Nirmala Devi, pendiri dari Sahaja Yoga mengatakan dalam pernyataan yang sangat keras, bahwa seks tidak ada hubungannya dengan kebangkitan kundalini.

“Apakah tidak ada penghargaan terhadap diri sendiri yang tersisa dalam diri manusia untuk mengerti bahwa kita adalah jauh berharga dari sekedar seks?”

Sayangnya, kerancuan yang disebabkan oleh teknik tantrik ini juga menyebar pada beberapa bagian lain dari dunia, dan menyebabkan kesalahpahaman yang serius terutama di dunia barat. Salah satu contoh paling nyata adalah kesalahan yang dibuat oleh Freud yang terkenal di barat pada jamannya. Freud selalu menyatakan hipotesa seks yang tertahan sebagai akar penyebab dari kebanyakan masalah yang diamati pada tingkat psikis manusia. Akibatnya, di barat, kegemaran seks yang tidak pandang bulu merajalela. Dan pada akhirnya, sekarang itu telah menghasilkan penyakit yang paling mengerikan, yaitu Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang sampai sekarang belum ada cara penyembuhannya.

Dengan kehidupan penikahan yang bijaksana dan mengikuti kode moralitas yang normal, yaitu menjalani dharma cara hidup seperti diuraikan dalam kitab-kitab suci, cakra Muladhara menjadi kuat dan menjadi terbangkit oleh teknik Sahaja Yoga. Cakra Muladhara yang bangkit membawa selanjutnya ketidak-takutan, daya dari Dharma, penguasaan terhadap keseimbangan, kebijakan, keselarasan, ilmu pengetahuan, rasa batin terhadap arah yang benar, kemurnian, percaya diri, dan kesucian. Kekuatan magnetiknya mulai bekerja dan sebaliknya mengarahkan kundalini yang berada di Muladhara untuk bangkit dan naik ke atas. Kundalini dapat menembus Shat Chakra (enam cakra) dan menyatu dengan kesadaran kosmik yang Illahiyah untuk memberikan kesadaran diri kepada individu.


Catatan Khusus untuk Kundalini di pra-kelahiran.

Pada waktu janin (anak dalam rahim) berumur 2 ½ sampai 3 bulan di dalam rahim ibu, seberkas sinar kesadaran Illahi memancar menembus otak untuk mencerahkannya. Kumpulan sinar yang jatuh pada ubun-ubun depan (puncak dari kepala yang disebut taloo) menembus di tengah-tengah dan lansung ke medulla oblongata dan dari sana ke sumsum tulang belakang, menetap dalam bentuk 3 ½ gulungan pada tulang segitiga pada dasar tulang punggung yang disebut sacrum. Ini dikenal sebagai Muladhara dan adalah tempat persemayanan energi primordial (awal) yang dikenal sebagai energi naga (kundalini). Dalam tubuh manusia, kundalini terdiri dari banyak helaian benang-benang energi yang terpilin menjadi tali. Helaian-helaiannya adalah 3 kali 7 = 21 dinaikkan dengan pangkat 108. Alasan untuk tiga dan setengah gulungan menggambarkan keadaan dari Shri Adishakti sebagai kundalini dan menggambarkan baik keadaan manifestasinya dalam penjelmaan Tri Guna (Tamo Guna, Rajo Guna dan Satwa Guna) – keadaan tak termanifestasi sebagai Ardhamatra atau ½ sukukata Sanskrit.

Posisi cakra Muladhara di berbagai bagian tubuh (kepala, tangan, kaki, dan tulang belakang )

mooladharapositionhead_blankmooladharapositionhand_blankmooladharapositionfeet_blankmooladharapositionspine_blank

ulluru_north